Kita di sini karena sebuah tujuan
Kayleigh McEnany adalah seseorang yang bekerja sebagai sekretaris di Pers Gedung Putih dan merupakan seseorang yang percaya kepada Kristus. Ia percaya bahwa Tuhan menempatkannya pasti dikarenakan adanya sebuah tujuan di dalam dirinya. Di usianya yang muda, ia telah mempunyai jabatan tersebut dan ia memiliki pengalaman menarik dan tidak terlupakan ketika ia pertama kali bekerja.

“Aku sangat takut ketika menghadapinya. Aku bergegas untuk segera menghubungi ibuku dan kami pun berdoa bersama agar aku lebih tenang menghadapinya.” Itulah yang McEnany lakukan ketika pertama kali bekerja. McEnany berkata bahwa ia merasakan kekuatan yang sungguh besar dan ia sadar bahwa Tuhanlah yang telah membantunya. Ada perasaan tenang dan damai ketika ia mengandalkan Tuhan di dalam keadaan yang terjadi.
McEnany menjalankan studinya di sekolah yang berlokasi di Florida. Di saat inilah ia mengalami Tuhan dan memberikan hidupnya untuk melayani. Tahun berganti tahun, MCEnany mengalami banyak hal dan membuat imannya semakin teguh.
Iman yang ia miliki inilah telah membuatnya tetap berjuang dalam berbagai kesulitan yang ada. Bahkan ketika ia mendapatkan badai dimana ia ternyata mempunyai mutasi gen yang dapat berujung dengan kanker payudara. McEnany pun berusaha mencegah hal ini terjadi dengan melakukan masktektomi ganda dan di dalam hal ini ia pun dipertemukan dengan pasangan hidupnya. Dalam mengungkapkan apa yang ia rasakan sekarang, ia menggunakan kaus kaki yang memiliki gambar lemon. Ia berkata bahwa hal ini mengingatkannya bahwa “When life gives you lemon, make a lemonade” yang memiliki arti apabila kehidupan memberimu rasa asam seperti lemon, buatlah sari lemon. Makna dari lemon ini adalah sekalipun dunia memberikanmu badai atau masalah, setiap diri kita harus memiliki respon yang benar dan mengubahnya menjadi lebih baik.
Di tahun 2017 ia pun berstatus sebagai istri dari Sean Gilmartin dan telah dikarunai anak di tahun 2019. Ia percaya bahwa iman yang ia pegang telah membuatnya kuat, dan ia percaya dimanapun ia ditempatkan pasti ada sebuah tujuan serta rancangan Tuhan di dalamnya.
Ia juga pernah mengatakan bahwa “MISI SAYA DALAM HIDUP ADALAH KETIKA SAYA MENINGGAL, DIA AKAN MELIHAT SAYA DAN BERKATA, ‘HAMBA YANG BAIK DAN SETIA,’, KATANYA. “JIKA AKU BISA MENGAKHIRI HIDUPKU SEPERTI ITU, TIDAK MASALAH APA YANG DIKATAKAN ORANG-ORANG.”